Manusia telah berevolusi selama ribuan tahun terakhir. Manusia yang dulu hanya mengerti cara berburu, tidak mengetahui komunikasi verbal, selama beberapa ribu tahun setelahnya mampu mengembangkan peradaban yang bahkan mampu untuk membuat kita semua bisa berkomunikasi tanpa harus bertemu, atau bpergian ke banyak tempat tanpa hararus risau dengan penatnya jalan kaki. Ini semua dimulai dari satu hal fundamental, yaitu kemampuan manusia untuk berpikir akhirnya mampu membuat mereka berkembang ke satu titik ke titik lain dalam perihal periode waktu tertentu. Inilah yang membuat mereka menjadi pemuncak rantai makanan, yang lebih efisien ketimbang mahluk hidup lainnya. Manusia selalu berpikir, ini adalah fakta yang tidak bisa dibantah. Namun jika ditilik dalam berbagai kasus yang lebih mendalam, kemampuan berpikir manusia kerap kali menjadi dua mata pedang cukup dilematis. Di satu sisi ilmu pengetahuan bisa dikatakan sebagai ujung tombak dalam kemajuan peradaban manusia karena dengan...
Kemajuan jaman tidak membatasi pilihan hidup manusia seperti jaman-jaman sebelumnya. Mereka membebaskan manusia dengan jutaan pilihan yang bisa mereka pilih. Awalnya menyenangkan, namun akhirnya manusia cukup paham bahwa kebebasan tanpa batas itu menjebak seseorang pada kebingungan. Awalnya mereka akan bingung dengan apa yang mereka inginkan. Skala prioritas mereka hilang, semua mendesak untuk dipenuhi, terjadilah fenomena konsumerisme, materialisme, yang membuat orang semakin punya alasan untuk mengklasifikasikan hidup sebagai materi belaka. Hal ini membuat dunia dipandang sebagai persaingan, bukan tentang bagaimana kita merawat ekosistem sebagai umat seorang tuhan. manusia cukup dangkal untuk menilai bahwa semua hal bisa dibeli dengan uang, ketenaran dan pangkat, sampai akan datang suatu saat mereka akan sadar bahwa tidak semua hal yang mereka perjuangkan, miliki, mampu menoleransi masa depan dunia yang tidak punya kepastian. Hilangnya batas menahan diri dalam materialism...