Senin, 6 Januari 2025. Suatu kabar
mengejutkan datang dari ketua umum pssi kita tercinta, Erick Thohir.
Hari itu, kita baru saja “Agak”
berduka setelah timnas u22 kita di blangsak habis-habisan selama turnamen aff
2024. Sudah bisa diprediksi memang sebelumnya bahwa kita akan jadi keset di
turnamen ini, mengingat ferarri cs yang minim pengalaman itu harus menghadapi
pemain sekelas chanatip atau yang lainnya, sangat wajar apabila kita hancur
lebur di turnamen itu.
Tapi bukan itu yang membuat kita
bersedih. Kita memang bersedih karena kalah di turnamen syarat suap itu, tapi
kita ingat bahwasannya beberapa bulan sebelumnya, kita telah mampu
menjungkalkan salah satu raksasa asia, Arab Saudi. Sangat menyenangkan
bagaimana Brace, dari marselino bisa mengoyak jala gawang para prajurit
arab malam itu, seluruh negara seolah bergemuruh oleh dua momen krusial itu. Benar-benar
moment yang sangat sakral untuk dikenang, karena sangat menakjubkan bagaimana
timnas pesakitan yang kadang lebih banyak main ala kadarnya itu pada akhirnya
mempunyai mimpi besar untuk sepanggung dengan Cristiano Ronaldo dan Bintang bola
lainnya. Benar-benar moment yang tak terpikirkan oleh seluruh lapisan Masyarakat
indonesia bagaimana bisa timnas yang biasanya jadi kendaraan politik elit
nasional itu akhirnya mempunyai kesempatan yang sebesar itu.
Tapi nampaknya sepakbola kita memang ditakdirkan untuk terus nelangsa, kadang kala memang kita yang terlalu bodoh untuk berpikir terlalu tinggi. Suhu politik di pssi kumat lagi saat itu, pandit-pandit yang sok pintar itu makin vokal berteriak meneriakan pepesan kosong. Seperti seolah menyuarakan satu suara agar sang juru selamat “Shin Tae Yong” di depak dari kursi kepelatihan timnas. Tentu kita tidak akan menganggap itu isu serius sebelum akhirnya sang aktor kita, Erick Tohir mengunggah postingan bodohnya tepat pada pukul 12:00 WIB. Ya benar, STY benar-benar dimakzulkan pada detik itu juga.
Kecewa? Jelas! Bagaimana seorang
pria asing bisa menyelamatkan timnas indonesia yang passing saja harus diajari
lagi, harus di lengserkan dengan cara sebodoh itu. Seolah saja ia hanya
dikenang sebagai pelatih keras kepala tanpa mengindahkan bagaimana ia mencoba
mengangkat derajat timnas kita dari dasar lumpur paling hina. Terlebih saat
fakta beberapa bulan lalu hampir saja kita masuk olimpiade dan sang juru taktir
asal korea Selatan itu baru saja menjabat tangan setuju sang aktor kita, Erick
tohir.
Sekarang, rasanya sang aktor kita
tahu konsekuensi dari Keputusan konyolnya itu. Setelah ia cukup jumawa untuk
menyingkirkan STY, akhirnya ia dengan cepat medapatkan pengganti yang entah
datang dari tanah antah berantah mana. Sosok yang lebih di kenal sebagai sosok
kontroversial itu akhirnya dipilih karena Cuma dia yang mau datang saat hari
natal menemui Erick thohir, ya tipikal bos-bos indonesia yang suka sok ngetes
ketulusan karyawannya kalau lagi gabut saja.
Tanpa menghormati rasa hormat
saya kepada Coach Patrick, saya tahu bahwa beliau membutuhkan pekerjaan ini dan
dia professional, jadi saya tidak akan mempermasalahkan hal itu. Diluar kasus
judinya, dia memang pemain yang hebat, top skor sepanjang masa timnas belanda
yang gak pernah juara dunia itu memang cukup mentereng cvnya kalau ditinjau
dari sisi pemain, kalau dari sisi pelatih? Tanya saja sama publik curacao.
Kendati meragukan, dia cukup
menjajikan akhirnya setelah menggaet pelatih kawakan Eredivisie, Alex Pastor. Awalnya
kita mengira bahwa Patrick hanya akan menjadi muka pajangan dan pastorlah
otaknya, tapi ternyata tidak, Patrick benar-benar datang hanya untuk merusak
pakem 3 back yang sudah dipatenkan STY. Ya dia benar-benar datang hanya untuk
merusak semuanya. Oke, kemenangan atas Bahrain, tiongkok, bisa kita dapat, tapi
fakta bahwa permainan kita seolah seperti orang angon bebek yang tidak jelas
arahnya itu mulai terlihat sangat kacau.
Sekarang sudah terlambat, mimpi 2
juta orang indonesia untuk mendengar indonesia raya di pentas piala dunia itu sudah
pupus. Piala dunia tahun depan akan terasa sangat hampar karena kita akan
merasakan bagaimana rasanya diterbangkan tinggi lalu dijatuhkan
sedalam-dalamnya. Entah apa yang terjadi di kantor orang-orang keparat itu,
tapi yang jelas mereka menanggung kekecewaan 2 juta orang indonesia di
pundaknya, dan itu akan menjadi beban mereka sampai akhir hayat mereka.
Terima kasih Patrick, kau memang
hebat sebagai striker, tapi kau lebih baik menjauh dari bangku pemain kami. Sekalipun
timnas kami timnas pesakitan, kepercayaan dan harapan mereka patut
diperjuangkan, bukan untuk menjadi bahan politik segelintir orang saja. Kekecewaan
ini mungkin tidak akan menemukan titik akhir, tapi tenanglah erick, kita sudah
biasa menghadapi hal buruk seperti ini, ya kan?.

11-12 copywriting Malaka tulisannya
BalasHapus